A Story About Dreams

Dahulu kala dizaman Romawi Kuno pada Kekaisaran Tiberius, hiduplah seorang saleh yang memiliki dua orang anak. Salah satu anaknya menjadi militer dan dikirimkan ke daerah terjauh di negeri tersebut. Anaknya yang lain adalah seorang pujangga dan menghiasi seantero roma dengan syairnya yang indah.

Suatu hari sang ayah bermimpi, sesosok malaikat datang menghampirinya dan mengatakan bahwa perkataan dari salah satu anaknya dikenang di seluruh dunia selama beberapa generasi mendatang. Sang ayah terbangun dari mimpinya dengan perasaan gembira lalu ia pun menangis, terharu karena hidup sangatlah baik kepadanya dan telah menunjukkan sesuatu yang membuat setiap ayah bangga untuk mengetahuinya.

Tak lama, sang ayah meninggal dunia saat berusaha menyelamatkan anak kecil yang hampir terlindas roda kereta chariot. Karena sang ayah hidup dengan segala amal baik dan jujur maka ia langsung dimasukkan ke dalam surga. Ia pun bertemu malaikat yang menghampirinya dalam mimpi beberapa waktu lalu.Malaikatpun berkata…

Malaikat : “Kau telah mengisi hidupmu dengan penuh rasa cinta dan kebaikan, dan meninggalkan dunia dalam keadaan yang mulia”

Malaikat : “Sekarang aku akan mengabulkan segala permohonan yang kau inginkan”

Sang Ayah : “Hidup ini sudah terlalu baik untukku, ketika kau datang dalam mimpiku aku merasa segala usahaku telah terbalas, karena syair anakku dibaca oleh banyak orang selama beberapa generasi mendatang”

Sang Ayah : “Aku tidak menginginkan apapun untuk diriku lagi, tetapi seorang ayah akan bangga terhadap ketenaran seseorang yang telah diasuhnya sebagai anak dan mendidiknya sampai ia dewasa”

Sang Ayah : “Suatu saat dimasa depan aku ingin mendengarkan perkataan anakku”

Malaikat itupun memegang bahu sang ayah, mereka pun berada jauh dimasa depan. Mereka berada di tempat yang sangat luas dan dikelilingi oleh ribuan orang yang berbicara dengan bahasa yang tak dimengerti sang ayah. Ia pun menangis bahagia melihatnya.

Sang Ayah : “Aku tahu syair anakku akan selalu dikenang sepanjang masa” berkata pada malaikat sambil mengusap air matanya.

Sang Ayah : “Bisa kau beritahu aku syair manakah yang orang-orang ini bacakan ?”

Malaikat itu menghampiri sang ayah dengan penuh kelembutan dan membawanya ke sebuah kursi tempat mereka duduk.

Malaikat : “Syair anakmu sangatlah populer seantero Roma, setiap orang mencintainya dan menyukai keindahan bahasanya”

Malaikat : “Tetapi ketika pemerintahan Tiberius berakhir syairnya dilupakan, yang kau dengar sekarang adalah perkataan anakmu yang menjadi militer”

Sang ayah menatap malaikat itu dengan sangat terkejut.

Malaikat : “Anakmu dikirim kesuatu tempat yang amat jauh, dan ia menjadi centurion. Ia baik dan adil dalam memegang kekuasaan”

Malaikat : “Suatu hari anak buahnya merasa sakit dan terlihat seperti hampir meninggal dunia, anakmu mendengar bahwa ada seorang rabbi yang sanggup menyembuhkan segala penyakit,ia pun pergi mencari sang rabbi hari demi hari. Selama diperjalanannya, ia mengetahui bahwa yang ia cari adalah seorang Anak Tuhan. Ia bertemu orang-orang yang telah disembuhkan sang rabbi, mereka menyarankan anakmu untuk mengikuti ajarannya. Dan walaupun anakmu adalah seorang centurion roma, ia berpindah keyakinan kepada ajaran mereka. Tak lama berselang, anakmu berhasil menemui sang rabbi, ia berkata pada sang rabbi bahwa anak buahnya sedang sakit parah dan mengajaknya untuk ikut bersamanya. Tetapi anakmu adalah orang yang sangat berkeyakinan, dan saat menatap mata sang rabbi, ia mengetahui bahwa ia merasakan kehadiran sang Anak Tuhan. Dan inilah yang dikatakan anakmu kepada sang rabbi saat itu dan tak terlupakan :

“Wahai Tuan, aku bukanlah orang yang berjasa dan layak menerimamu datang kerumahku, tapi ucapkan sepatah kata dan anak buahku akan sembuh dari penyakitnya”

One Response

  1. maksudnya???
    kok gw gak mudeng yud?
    hoho.

Leave a Reply