Cerita ini merupakan lanjutan dari peristiwa pada tulisan sebelumnya…
Sabtu 15 November 2008, 18.30
Setelah melihat teman saya mengalami kejadian seperti itu lantas saja saya bergegas pergi keluar, karena mereka (baca : anak TER*A) akan mengobrol di tengah rumah mengenai kejadian tersebut dan pastinya saya tidak akan mengambil bagian, lagi pula malas berurusan dengan mereka. Jadi saya pergi keluar…
Target pertama saya adalah menuju pertokoan sekitar jalan merdeka, tepatnya toko olahraga yoyo,yang terletak setelah BIP. Barang yang dicari terbeli sudah dan siap digunakan.
Jam ditangan saya menunjukkan angka 19.00, masih sore pikir saya, jadi saya lanjutkan perjalanan ke tempat yang tidak direncanakan…BRAGA…, eits jangan salah sangka dulu,…saya hanya ingin mencari buku saja…
Ditengah perjalanan air mulai menetes dari langit, menunjukkan malam akan segera dibasahi hujan. Benar saja baru sampai di ujung jalan merdeka menuju jalan lembong rintik hujan mulai membesar, sayapun mulai memacu motor saya, yang baru saja diganti knalpotnya beberapa waktu lalu, dengan laju. Belok di pertigaan veteran-lembong-tamblong, motor dipacu secepat mungkin untuk menuju SPBU di perempatan naripan-tamblong karena kebetulan juga bensin hampir habis.
Kecepatan yang lumayan tinggi dikala hujan serta jalanan yang licin tak pelak membuat saya harus menginjak serta menekan rem secara bersamaan dan dengan kencang dikala ada motor lain yang memotong ke kanan jalan. Akhirnya…
Saya : (dalam hati) yaah…udah deh…nabrak deh…mampus lah aku ini…
Penumpang Motor Lain (wanita): eh..eh…eh…eh…!!!!….
Lalu….
alhamdulillah, ternyata rem bekerja dengan baik sehingga motor saya hanya menyenggol motor tersebut walaupun sedikit keras juga…
Saya : sorry, sorry…maaf…maaf…
Pengendara Motor Lain (pria) : sorry juga…saya tidak memberi lampu sen…maaf buru-buru soalnya hujan…
Saya : maaf lagi ya, sama sama panik hujan (memang hujan saat itu cukup membuat anda mandi shower di Hotel bintang lima…hehe…)
Permohonan maaf yang aneh bin ajaib serta lucu, masih ada orang seperti itu…
Setelah itu saya mengisi bensin motor saya dengan Pertamax Plus yang turun harga menjadi Rp 7100. Karena hujan saya pun menunggu di musholla SPBU, saat itu pukul 19.15, saya pun sholat isya dan nongkrong saja di musholla.
5,10,15,20 menit ditunggu ternyata hujan masih turun, bumi masih menangis,mungkin menangisi manusia yang makin jauh dari penciptanya… Tidak sebentar saya menunggu disana sambil main iPod Touch yang baru saja saya Jailbreak hari rabu lalu, untung sudah di Jailbreak, jadi saya tidak terlalu bosan menunggunya.
Ditengah permainan, kawan saya menelpon dan rupanya ia memerlukan bantuan. Ia terjebak macetnya Kota Bandung dikala malam minggu dan hujan. Saya mau saja membantu tapi saya juga terjebak dalam hujan yang tidak bisa saya kendalikan. Jadi saya hanya meminta maaf lagi untuk kedua kalinya…
Bukannya saya tidak mau membantu kawan, saya juga terjebak dikala hujan, Maaf Sig…
Permohonan maaf yang konyol…sama sama terjebak…haha,..aneh….
Hujan cukup reda, jam saya menunjukkan pukul 21.15, berarti sudah dua jam saya menunggu di SPBU tersebut. Main game iPod, nonton hujan, nonton orang sholat cukup membuat saya bosan…
Langsung saja saya pergi dari SPBU menuju jalan naripan dan pulang ke rumah. Dapur pacu digunakan pada RPM tinggi untuk membuat kendaraan tahun 2003 itu melaju kencang. Hasilnya 21.30 saya sudah sampai rumah dengan selamat melewati 6 lampu merah sepanjang jalan dari naripan ke tamansari serta kemacetan yang amat sangat menganggu. Bisa dibayangkan seliar apa saya membawa motor, bisa dibayangkan pula seberapa bosan saya menunggu di SPBU selama 2 jam…
Filed under: Daily Life | Tagged: Curhat
ooo gitu toh..
hahhahaha..sama2 yud!